Minggu, 24 Agustus 2008

Foto - foto Paskibra Macan

Numpang gaya ah. he.....he.....he....!

foto bersama dengan akang - akang yang seremmm!!!

Pak Muhajirin (Pembina), Kang Supron, Kang Haryadi (ketua PPI), Kang Mujib

Nih Paskibra Macan lagi baris. Hebatkan???

Meski ada angin tidak goyang kecuali ada musik baru goyang

Langkah Tegap Majuuuuuuuu Jalan!!!!!!!!

Coba tebak telapak sepatu siapa yang paling besar hayooo????

Kita harus menghargai Bendera merah putih

Jangan pernah benderaku menyentuh tanah!!!!!

Formasi Paskibra Macan saat mengibarkan bendera

Ini adalah formasi Garuda membuka sayap

Jangan lebar - lebar ya bau keteknya?!!?!?!?

Paskibra 2008 Dikukuhkan

SUMBER-Dua hari menjelang puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-63 RI, Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Kabupaten Cirebon 2008 secera resmi dikukuhkan. 
Pengukuhan dilakukan langsung oleh Bupati Cirebon, Drs H Dedi Supardi MM di ruang Nyimas Gandasari, Jumat (15/8). 

Menurut penanggung jawab Paskibra Kabupaten Cirebon, Drs H Dudung Mulyana MSi, anggota Paskibra tersbeut merupakan hasil seleksi dari siswa SMA/SMK/MA negeri dan swasta se-Kabupaten Cirebon. "Setalah diseleksi, akhirnya terpilih 40 orang yang terdiri dari 20 pria dan 20 perempuan yang rata-rata kelas 2 SMA," jelas Dudung kepada Radar, kemarin (15/8).

Dalam waktu enam bulan, sejak 2 Mei, para anggota Paskibra dilatih dan digembleng oleh anggota Yon Arhanudse 14, Dinas Pendidikan dan Purna Paskibra Indonesia (PPI) Kabupaten Cirebon. Selain itu, menjelang dikukuhkan, anggota Paskibra dikarantina di Asrama Haji Watubelah. "Berbagai meteri diberikan, mulai baris berbaris, kedisiplinan, bahaya narkoba, dan lainnya," tegasnya.

Dikatakan kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon itu, dari 40 anggota Paskibra Kabupaten Cirebon, dua orang terpilih untuk mewakili Kabupaten Cirebon di Provinsi Jawa Barat yakni Viki Setiawan dari SMAN 1 Dukupuntang dan Nurvadilah dari MAN 1 Cirebon. Sedangkan untuk komandan upacara pengukuhan adalah Diah Lukitosari dari SMAN 1 Pabedilan dan komandan pada saat pelaksanaan upacara dalah Avi Priatna dari SMK 1 Kedawaung. Untuk pengibar bendera pada saat upacara adalah Maman Suparman SMK Lemahabang, Abdulgoni SMK Al Jabar Ciledug dan Anggada dari SMAN 1 Ciledug.

"Yang mendapatkan kehormatan untuk membawa bendera dalam upacara puncak peringatan HUT RI adalah Aulia Saqofah dari SMA Muhammadiyah. Sementara untuk gelar senja upacara penurunan bendera adalah Nova Silvia dari SMAN 1 Ciwaringin," tukasnya

Sejarah Paskibra

Pembentukan Pasukan Pengerek Bendera Pusaka Tahun 1967 dan 1968 

Tahun 1967, Hussein Mutahar dipanggil Presiden Suharto untuk menangani lagi masalah Pengibaran Bendera Pusaka. Dengan ide dasar dari pelaksanaan tahun 1946 di Yogjakarta, beliau kemudian mengembangkan lagi formasi pengibaran menjadi 3 kelompok, yaitu:

• Kelompok 17 / PENGIRING (PEMANDU)
• Kelompok 8 / PEMBAWA (INTI)
• Kelompok 45 / PENGAWAL

Ini merupakan simbol dari tanggal Proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus 1945 (17-8-45). Pada waktu itu dengan situasi kondisi yang ada, beliau melibatkan 
putra daerah yang ada di jakarta dan menjadi anggota Pandu/Pramuka untuk melaksanakan tugas Pengibaran Bendera Pusaka.

Semula rencana beliau untuk kelompok 45 (pengawal) akan terdiri dari para Mahasiswa AKABRI (Generasi Muda ABRI). Usul lain menggunakan anggota Pasukan Khusus ABRI (seperti RPKAD, PGT, MARINIR dan BRIMOB) juga tidak mudah, akhirnya diambil dari Pasukan Pengawal Presiden (PASWALPRES) yang mudah dihubungi dan sekaligus mereka bertugas di Istana Negara Jakarta.

Pada 17 Agustus 1968, petugas pengibar Bendera Pusaka adalah para pemuda utusan propinsi. Tetapi propinsi-propinsi belum seluruhnya mengirimkan utusan sehingga masih harus ditambah oleh ex-anggota pasukan tahun 1967.

5 Agustus 1969 di Istana Negara Jakarta berlangsung upacara penyerahan duplikat Bendera Pusaka Merah Putih dan reproduksi Naskah Proklamasi oleh Presiden Suharto kepada Gubernur/Kepala Daerah Tingkat I seluruh Indonesia.
Bendera duplikat (dari 6 carik kain) mulai dikibarkan menggantikan Bendera Pusaka pada peringatan Hari Ulang Tahun Proklamasi Kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus 1969 di Istana Merdeka Jakrta, sedangkan Bendera Pusaka bertugas mengantar dan menjemput bendera duplikat yang dikibar/diturunkan.

Pada tahun itu resmi anggota PASKIBRAKA adalah para remaja siswa SMTA se-tanah air Indonesia yang merupakan utusan dari 26 propinsi di Indonesia, dan tiap propinsi diwakili oleh sepasang remaja.
Dari tahun 1967 sampai tahun 1972 anggota yang terlibat masih dinamakan sebagai anggota "Pengerek Bendera".
Pada 1973 Idik Sulaeman melontarkan suatu nama untuk Pengibar Bendera Pusaka dengan sebutan PASKIBRAKA. PAS berasal dari PASukan, KIB berasal dari KIBar mengandung pengertian PENGIBAR, RA berarti BendeRA dan KA berarti PusaKA, mulai saat itu singkatan anggota pengibar bendera pusaka adalah PASKIBRAKA.